Politisi Partai Golkar Nurdin Halid terus mempersiapkan diri menakar peluangnya maju kembali Calon Gubernur Sulawesi Selatan 2024.

Pria kelahiran Watampone 17 November 1958 itu mengumpulkan tim kecil bentukannya untuk persiapan kontestasi politik tersebut.

Nurdin Halid mengadakan pertemuan lanjutan bersama Farouk M Beta dan Irwan Muin di Warkop Hai Hong Jl Pelita Kota Makassar, Kamis (9/9/2021) pagi.

Turut hadir Ketua Harian Golkar Sulsel Kadin Halid, dan kader Golkar Gowa Asrullah Awing.

Pertemuan berlangsung selama dua jam. Mereka juga berdiskusi membahas dinamika Partai Golkar Sulsel dan dinamika politik Sulsel selama setahun ini.

Nurdin mengatakan kedatangannya ke Kota Makassar untuk mengevaluasi kerja-kerja sebulan tim kecil bentukannya.

“Saya datang kembali ke Kota Makassar untuk turun evaluasi kerja tim soal Pilgub Sulsel. Jadi kita evaluasi kerja tim saya saudara Farouk M Beta dan saudara Irwan Muin,” kata Nurdin Halid di Warkop Hai Hong Jl Pelita Kota Makassar Kamis (9/9/2021).

Nurdin Halid mengatakan ada dua tugas tim kecil bentukannya tersebut.

Pertama mengukur keinginan dan solidaritas kader Golkar Sulsel peluang Nurdin Halid maju kembali calon Gubernur 2024.

“Tugas pertama itu tanyakan kepada kader Golkar Sulsel apakah Nurdin Halid masih perlu maju atau tidak, kalau kader katakan iya lanjut tugas kedua, tapi kalau kader katakan tidak, maka selesai tugas tim,” kata Nurdin Halid.

Tugas kedua, Aru dan Irwan Muin bertugas menanyakan keinginan masyarakat Sulsel kepada Nurdin Halid.

“Itu yang mau kita evaluasi hari ini. Prinsip saya itu kepentingan rakyat dulu baru kepentingan partai. Makanya itu dua tugas Saudara Aru yang perlu diukur,” ujar Nurdin Halid.

Nurdin Halid mengaku mendapat dorongan maju Pilgub Sulsel dari sejumlah pihak dan sahabat.

Untuk itu Nurdin Halid membentuk tim untuk mengukur keinginan kader Golkar Sulsel maupun masyarakat.

“Banyak informasi ke saya minta untuk kembali mengabdi di Sulsel, tapi saya belum mengiyakan. Untuk itu menjawab semua pertanyaan, saran, dan masukan dari berbagai tokoh Sulsel, maupun luar Sulsel, makanya saya perintakan tim untuk tanya dulu bagaimana pendapat kader Golkar Sulsel,” kata NH.

“Sesudah itu ketika pendapat mereka mengatakan bahwa NH maju lagi. Baru ditanya lagi masyarakat. Terkait mekanisme memenuhi keinginan masyarakat luas terhadap Golkar terlebih dahulu,” sambung NH.

NH mengatakan di Golkar itu ada mekanisme tetapi banyak faktor dan kriteria, baik survey.

“Biar orang mau didukung secara pernyataan oleh orang, tapi kalau survei tidak mendukung, tidak bisa juga kita maju,” katanya.

Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2024 berpeluang tanpa petahana Nurdin Abdullah.

Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif itu tersandung kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam Pilgub Sulsel 2018 lalu, Nurdin Halid yang berpasangan Aziz Qahhar Mudzakkar meraih 1.162.751 suara, hanya kalah dari pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yang meraih 1.867.303.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *