Mantan manajer PSM Makassar, Nurdin Halid (NH) turut menyampaikan rasa empati atas kondisi Stadion Andi Mattalatta Mattoanging yang telah rata dengan tanah.

Sebab stadion yang kerap menjadi markas PSM Makassar di laga kandang di setiap kompetisi, belum memiliki kepastian terkait kelanjutan pembangunannya.

Faktor mempengaruhi tersendatnya pembangunan stadion yang didirikan sejak tahun 1957 tersebut, antaranya terkait anggaran.

Akibatnya PSM harus mencari stadion untuk dijadikan markas jika Liga Indonesia telah diizinkan pemerintah digelar secara home-away.

Mantan ketua PSSI ini mengaku, dirinya telah melakukan pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman.

Pertemuan tersebut membahas kelanjutan pembangunan Stadion Mattoanging Makassar.

Menurut Nurdin Halid pembangunan Stadion Mattoanging perlu dipercepat dengan tujuan masyarakat Sulsel pecinta bola dapat menyaksikan langsung laga PSM.

“InsyaAllah saya akan berupaya dengan segala daya dan potensi yang saya miliki untuk membantu Pemerintah dan Manajemen PSM.”

“Dalam mewujudkan pembangunan Stadion Mattoanging, ” tulis NH yang dikutip di akun instagramnya, @nh_nurdinhalid, Senin 13 September 2021.

Keinginan Nurdin Halid tersebut bukan tidak beralasan, dia mengatakan, bahwa sejarah stadion tersebut tidak boleh dilupakan.

Kendati, ketika Nurdin Halid menjadi manajer PSM, Stadion Mattoanging pernah menjadi homebase skuad Juku Eja di delapan besar Champions Asia.

Maka dari itu, NH berharap kepada seluruh lapisan masyarakat pecinta PSM untuk mendorong dan saling membantu kelanjutan pembangunan stadion Mattoanging.

“Stadion Mattoanging pernah menjadi tuan rumah delapan besar champions Asia, maka dari itu sejarah tidak boleh terabaikan.”

“Maka tentu saya ingin mengembalikan stadion Mattoanging, ” kata Nurdin Halid di akun instagram dalam video berdurasi 55 detik tersebut.

Perlu diketahui Nurdin Halid dan PSM Makassar ibarat dua sisi mata uang logam yang tidak dapat dipisahkan.

Ketika Nurdin Halid menjadi manajer PSM Makassar, skuat Juku Eja berhasil mencapai masa keemasan.

Sejarah mencatat Nurdin merupakan jaminan prestasi PSM.

Bukan hanya merajai sepak bola nasional, Pasukan Ramang kala itu sejajar dengan ‘macan Asia’.

Di mana Bima Sakti dkk kala itu mampu merengkuh gelar juara Ho Chi Minh City di Vietnam.

Tidak kalah prestisius, PSM menembus perempat-final Liga Champions Asia, sebelum takluk dari Shandong Luneng (Tiongkok), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Jubilo Iwata (Jepang).

Tangan dingin Nurdin dalam menakhodai PSM tidak lepas dari komitmen dan pengabdian untuk selalu memberikan yang terbaik.

Tak segan, ia turun langsung berinteraksi dengan pelatih, pemain dan suporter.

Karena itulah, Nurdin dijuluki ‘super manager’ berkat kepiawaiannya menghadirkan solusi tatkala yang lain sudah buntu.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *