Politisi senior Partai Golkar M Roem menilai setiap kader punya peluang untuk maju calon Gubernur Sulawesi Selatan 2024. Sebab Pilgub Sulsel masih tiga tahun lagi.

Hal itu disampaikan M Roem saat ditanya Tribun seusai kunjungannya Tahlilan 40 hari kepergian Rahmad Halid, adik kandung Nurdin Halid.

Roem menilai Partai Golkar adalah partai terbuka. Sepanjang belum ada keputusan resmi partai, setiap kader punya peluang.

Ia menilai, Nurdin Halid sudah punya pengalaman bertarung Pilgub Sulsel 2018 lalu melawan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.

“Golkar itu partai terbuka, belum bisa diklaim satu nama. Siapa saja bisa dan punya peluang, apalagi Pak NH dulu pernah calon. Golkar punya mekanisme, sepanjang belum ada keputusan resmi partai, sekarang sudah waktunya dimunculkan semua,” katanya kepada Tribun Timur Senin (13/9/2021).

Ditanya soal nama-nama kandidat calon Gubernur potensial dari Partai Golkar, M Roem mengaku sudah tidak mengikuti perkembangan terkini.

Mantan Bupati Sinjai dua periode itu mengaku sudah menepi dari hiruk pikuk politik selepas menjabat Ketua DPRD Sulsel pada 2019 lalu. “Saya sudah tidak ikuti lagi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan politisi Partai Golkar Nurdin Halid terus mempersiapkan diri menakar peluangnya maju kembali calon Gubernur Sulawesi Selatan 2024.

Pria kelahiran Watampone 17 November 1958 itu mengumpulkan tim kecil bentukannya untuk persiapan kontestasi politik tersebut.

Nurdin Halid mengadakan pertemuan lanjutan bersama Farouk M Beta dan Irwan Muin di Warkop Hai Hong Jl Pelita Kota Makassar, Kamis (9/9/2021) pagi.

Turut hadir Ketua Harian Golkar Sulsel Kadin Halid, dan kader Golkar Gowa Asrullah Awing.

Pertemuan berlangsung selama dua jam. Mereka juga berdiskusi membahas dinamika Partai Golkar Sulsel dan dinamika politik Sulsel selama setahun ini.

Nurdin mengatakan kedatangannya ke Kota Makassar untuk mengevaluasi kerja-kerja sebulan tim kecil bentukannya.

“Saya datang kembali ke Kota Makassar untuk turun evaluasi kerja tim soal Pilgub Sulsel. Jadi kita evaluasi kerja tim saya saudara Farouk M Beta dan saudara Irwan Muin,” kata Nurdin Halid di Warkop Hai Hong Jl Pelita Kota Makassar Kamis (9/9/2021).

Nurdin Halid mengatakan ada dua tugas tim kecil bentukannya tersebut.

Pertama mengukur keinginan dan solidaritas kader Golkar Sulsel peluang Nurdin Halid maju kembali calon Gubernur 2024.

“Tugas pertama itu tanyakan kepada kader Golkar Sulsel apakah Nurdin Halid masih perlu maju atau tidak, kalau kader katakan iya lanjut tugas kedua, tapi kalau kader katakan tidak, maka selesai tugas tim,” kata Nurdin Halid.

Tugas kedua, Aru dan Irwan Muin bertugas menanyakan keinginan masyarakat Sulsel kepada Nurdin Halid.

“Itu yang mau kita evaluasi hari ini. Prinsip saya itu kepentingan rakyat dulu baru kepentingan partai. Makanya itu dua tugas Saudara Aru yang perlu diukur,” ujar Nurdin Halid.

Nurdin Halid mengaku mendapat dorongan maju Pilgub Sulsel dari sejumlah pihak dan sahabat.

Untuk itu Nurdin Halid membentuk tim untuk mengukur keinginan kader Golkar Sulsel maupun masyarakat.

“Banyak informasi ke saya minta untuk kembali mengabdi di Sulsel, tapi saya belum mengiyakan. Untuk itu menjawab semua pertanyaan, saran, dan masukan dari berbagai tokoh Sulsel, maupun luar Sulsel, makanya saya perintakan tim untuk tanya dulu bagaimana pendapat kader Golkar Sulsel,” kata NH.

“Sesudah itu ketika pendapat mereka mengatakan bahwa NH maju lagi. Baru ditanya lagi masyarakat. Terkait mekanisme memenuhi keinginan masyarakat luas terhadap Golkar terlebih dahulu,” sambung NH.

NH mengatakan di Golkar itu ada mekanisme tetapi banyak faktor dan kriteria, baik survey.

“Biar orang mau didukung secara pernyataan oleh orang, tapi kalau survei tidak mendukung, tidak bisa juga kita maju,” katanya.

Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2024 berpeluang tanpa petahana Nurdin Abdullah.

Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif itu tersandung kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam Pilgub Sulsel 2018 lalu, Nurdin Halid yang berpasangan Aziz Qahhar Mudzakkar meraih 1.162.751 suara, hanya kalah dari pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yang meraih 1.867.303.

Pemilihan Gubernur Sulsel 2024 masih lama. Namun sejumlah figur sudah digadang-gadang layak bersaing memperebutkan kosong satu Sulsel.

Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, KPU RI, Bawaslu, terus menyusun desain jadwal Pilkada Serentak termasuk Pilgub serentak digelar 27 November 2024. Beberapa bulan sebelumnya digelar Pilpres dan Pemilu 2024 pada 21 Februari.

Di Sulsel, sejumlah kepala daerah hingga ketua partai politik provinsi di garis terdepan bersaing menuju 01 Sulsel.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ada di barisan terdepan mengingat posisinya yang strategis setelah Nurdin Abdullah jadi pasien KPK.

Tapi jangan lupakan nama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. Adnan berpeluang mewujudkan cita-cita almarhum Ichsan Yasin Limpo jadi Gubernur Sulsel.

Nama lain yang patut dihitung; Danny Pomanto Wali Kota Makassar. DP sudah dapat karpet merah dari Nasdem partai bersinar di Sulsel saat ini.

Juga nama Indah Putri Indriani sebagai satu-satunya bupati perempuan di Sulsel.

Nama-nama kepala daerah dua periode pemenang Pilkada serentak 2020 disebut-sebut punya kans jadi bintang baru Pilgub Sulsel 2024.

Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe juga tak boleh dicoret. Sebagai pemegang tongkat komando partai pemenang Pemilu di Sulsel, TP punya kans besar diusung Golkar.

Taufan Pawe juga berstatus sebagai kepala daerah dua periode.

Setelah TP, kader Golkar potensial yang lain adalah Fahsar A Padjalangi (Bupati Bone) dan Andi Kaswadi Razak (Soppeng). Namun kans Baso Fahsar dan Fung Dulli kecil mengingat ada Taufan Pawe dari parpol berlambang beringin.

Partai Golkar juga masih memiliki kader potensial seperti Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid dan Erwin Aksa.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *